Selasa, 15 Oktober 2013

Agama Dan Supranatural

Tuhan menciptakan alam beserta isinya yg berbagai bentuk yg tak terhitung  jumlahnya dan semua itu hidup sesuai kodratnya masing2,satu sama lainya saling membutuhkan sebagaimana kita lihat dimanapun kita berada,alam membutuhkan khayawan begitu pula sebaliknya.
Sehingga terbentuklah siklus kehidupan serta keseimbangan alam  semesta ini ,dan semua bilamana populasi khayawan tidak berlebihan, agar semua itu bisa terjaga ALLAH menciptakan makluk sebagai pengendali/penjaga yaitu manusia sebagaimana firmanya dalam al qur an surat albaqoroh ayat 30
     
;  Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?"
Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".jika kita cermati bagian awal surat tersebut manusia diciptakan dimuka bumi ini mempunyai tugas serta tanggungjawab yang tak dapat dilakukan oleh makhluk lain namun demikian tak banyak manusia yang mau berfikir serta menyadari untuk apa diciptakan dimuka bumi ini bahkan sebagian besar mereka malah hanya membuat kerusakan dan saling membunuh satu sama lain sehingga pertumpahan darah  sering terjadi dimana mana.
Agar bumi ini tetap terjaga maka Allah mengutus diantara mereka membawa peringatan dan ajaran supaya manusia bisa saling menyayangi satu sama lain atau manusia seutuhnya sebagaimana maklum dan kita sebut agama.
Pada dasarnya agama adalah suatu petunjuk dan aturan bagi manusia agar bisa hidup rukun satu sama lainya serta  mencapai kesempurnaan hidup lahir batin/dunia dan akhirat,namun demikian tak banyak orang yang mau mempelajari agama secara utuh.
Hal yang demikian itu mungkin karena keterbatasan daya pikir atau kapasitas mereka yg sangat jauh dari kesempurnaan sehingga agama hanya dikenal sebagai upacara adat saja suatu missal;jika kita seorang muslim harus melakukan rukun islam yaitu sahadat,sholat,puasa,zakat dan haji bagi yang mampu.
Rukun islam adalah suatu kewajiban bagi umat islam menjalankanya karena hal tersebut hukumnya fardu ain[keharusan dan tak boleh ditinggalkan] semua itu jadi pemandangan kita setiap hari meskipun hal tersebut dilakukan tanpa memahami maksud dan tujuan yang jelas,apa,kenapa,dimana,kemana dan untuk apa?
Pada prinsipnya agama punya dua aturan yaitu ajaran bersosialisasi dengan sesama makluk ajaran batin yakni  tatacara berhubungan dengan sang kholik[ibadah/pengabdian].
Akan tetapi yang kita jumpai mubalihg dimana mana dan sangat banyak sekali jumlahnya,namun hanya sebagian kecil dari mereka yg memahami apa yang mereka sampaikan dan apa tujuan mereka menjadi dai,mereka teropsesi dengan situasi dan kondisi masing2.
Marilah kita amati dan kita renungkan sejenak,syiar islam sekarang ini dimana mana baik di tv,radio masjid atau disurau surau banyak kita jumpai namun bila cermati hanya itu2 saja yang mereka sampaikan hanya sebatas ilmu fikih dan gurauan yang gak jelas arahnya,sehingga tak ada perobahan ataupun pengaruh bagi masyarakat yang mendengarnya.
Mungkin saja motifasi perlu dikoreksi,hal ini bisa juga karena pendalamanya yang terlalu dangkal karena berorentasi pada popularitas semata bukan tabligh demi perbaikan akhlak dan peningkatan kwalitas umat masyaAllah……….oleh karena itu sengaja penulis  mencoba menguraikan beberapa hal meskipun dengan keterbatasan menambah wacana yang mungkin berbeda…..
Islam sesungguhnya satu satunya agama yang punya sumber pengetahuan yang tak terbatas baik hal yang logika,ilmiah hingga akal pikiran manusia yang tak mampu menjangkau,namun disini penulis hanya ingin menguraikan pandangan yang berkaitan dengan aqidah islam .
Orang yang telah menyatakan dirinnya percaya dengan agama islam serta mengikarkan dua kalimat syahadat maka saat itu pula dia sudah diakui sebagai seorang  mukmin dan muslim secara syariat islam,namun demikian ada beberapa tahapan yang harus diperjuangkan jika seorang muslim ingin mencapai derajat yang lebih tinggi yaitu sebagai manusia seutuhnya/kesempurnaan hidup dan terlepas dari segala kekawatiran dan ketakutan baik dunia ataupun akhirat………………..
Allah mengangkat beberapa drajat dari kamu sekalian dari yang beriman dan berilmu.Adapun derajat kaum muslimin yang hendaknya ditempuh yaitu;mulai dari mukmin,muslim,muhsin,muttaqin,muhlisin dan arifin dan semua itu dapat  kita capai harus dengan ilmu,keyakinan serta pengabdian yang tak kenal lelah.
Mukmin yaitu orang yang baru mengakui /mempercayai agama islam  namun belum menjalankan syariat nya mungkin yang lazim disebut islam ktp,orang 2 yang demikian ini masih sangat mengambang kepercayaanya sehingga mereka belum selamat  dari  fitnah dunia.Hal yang demikian juga bisa disebabkan karena taqlit lingkunganya yang pada umumnya berbasis islam jika gak ikut mau kemana?sedangkan pengtahuan agama tidak punya,,,,boleh dibilang agama ikut tetangga ya begitulah kira2,,,,,
Muslim yaitu;orang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadad dan  mau menjalankan sebagian  rukun islam,namun demikian mereka mengenal syariat islam hanya sebatas ilmu fiqih semata,dengan demikian ibarat makanan baru tahu  bungkusanya tapi belum mengerti tatacara memakannya.jika seseorang mengenal islam baru sebatas fiqih ibadah yang dijalankan penuh rasa keterpaksaan masih jauh dari kesadaran,kesungguhan,ketaatan,apalagi ketulusan sama sekali belum ada…….bisa dibilang sehebat apapun fuqohak itu masih jauh dari ketulusan/keikhlasan. 
Itulah realita yang  kita jumpai dimana mana,banyak orang  yang  kelihatanya rajin beribadah namun ditempat lain mereka juga rajin bohong dan maksiat  bahkan ustad ,pak haji dan kyai masih banyak yang melakukan perbuatan yang tercela.Marilah kita senantiasa intropesi diri kita masing2 apakah sesuatu yang selama ini kita anggap benar meamang benar adanya atau masih banyak yang harus kita perbaiki…..
Hal hal yang demikian ini menunjukan pemahaman mereka tentang agama islam masih jauh daripada standard atau mungkin juga mereka faham tapi masih krisis keyakinan,karna kefahaman tanpa ada kepercayaan sama juga bohong.
Banyak hal yang menjadi penyebab kurangnya pemahaman umat tentang islam misalnya; pendalaman para da’i tentang syariat islam hanya sebatas pemahaman secara akademis sehingga yang disampaikan hanya sebatas dasar pemikiran,perasaan dan pasar[kalau tidak seperti itu mungkin takut gak laku dipasaran],motifasi menjalankan ibadah karena nass bukan karena Allah contoh kecil banyak yang pergi haji hanya ingin tampil beda dilingkunganya pada saat berkumpul disuatu majelis tidak minder paling tidak agak PD bila duduk sesama rifal dan pak kiyai…….
Muhsin;berarti orang  baik,ia satu tingkat diatas muslim,jika seseorang mencapai tingkatan ini biasanya sangat rajin beribadah baik yang fardu dan sunnah[puasa2 sunnah,sembahyang malam ,dhuha ibadah2 yang lain rajin dijalankan] serta rasa sosial kemasyarakatannya mulai tumbuh, jika banyak harta ia akan rajin bersedekah sehingga masyarakat tak keberatan jika dapat sebutan orang baik[muhsin].
Motifasinya melakukan ibadah tidak lagi karena naas tapi ia menginginkan pahala yang banyak dan bisa masuk surga hebat ya?Namun demikian masih banyak hal yang harus diperbaiki dan intropeksi pantaskah dia mengharap surga atas apa yang telah dilakukanya……
Jika  seperti itu telah dilakukan seseorang maka ia akan segera mendapat hidayah dan taufiq [pentunjuk dan pertolongan]naik derajat yang lebih tinggi yaitu menuju muttaqin[orang yang taqwa],namun jika dia terlena dengan sanjungan dan perhatian masyarakat semakin bertambah akan tetap bahkan menurun dalam lingkaran aamulmukmin/tak ada perubahan yang berarti hanya merasakan kebanggaan yang hampa.
Hidayah dan taufiq;petunjuk serta bimbingan menuju derajat muttaqin yaitu dibukakan mata hati agar senantiasa intropeksi dan berbenah diri,karena sesungguhnya orang yang demikian itu belum sepantasnya berharap balasan surga untuk mencapai itu hendaknya ia harus bertobat dahulu mensucikan diri dari sifat2 tercela seperti sombong,munafiq,takabur,hasud,dan sifat2 tercela lainya……
Semua itu harus melalui proses yang panjang berbenah diri mohon ampunan dari segala dosa yang pernah dilakukannya[istighfar tak kenal lelah]selalu menjaga diri dalam segala hal bahkan mencucurkan air mata dikala teringat dosa,muttaqin bisa diartikan takut tapi enggan menjauh dengan yang ditakutinya bahkan berusaha mendekatinya karena ia mulai tumbuh rasa mahabbahnya kepada sang kholiq.
 Itulah definisi muttaqin secara singkat,marilah kita intro sejenak sudahkah kita pada tahapan ini?
Penulis yakin dan sangat optimis bangeeee..t ……kalau 10%saja dari jumlah umat islam dinegeri kita tercinta ini termasuk mubalighnya bisa mencapai tingkatan muttaqin baldatun toyyibatun warobbunghofur…..
jika seseorang sudah mulai memasuki tahapan ia mulai bisa merasakan hal hal yang ghoib sehingga akal fikiranya sering tak mampu memahami kejadian-kejadian yang ia rasakan jauh diluar nalar[akal fikiran].
Sebenarnya secara tidak sadar ia telah memasuki area dunia supranatural islam,agar ia tidak salah jalan hendaknya ia mencari guru seorang mursyid  bukan dukun supranatural [orang indigo],karna pada umumnya para dukun hanya mempelajari dunia mistis sepperti santet,setan,jin,benda keramat dan sebagainya.
Sedangkan yang ia butuhkan bimbingan mensucikan diri dan pendekatan kepada sang Kholiq,alam ghoib yang dirasakan orang menuju muttaqin tak sama dengan yang dirasakan kebanyakan para supranatural,ghoib yang dirasakan lebih mengarahkan kepada perbaikan akhlaq missal;jika seseorang melihat api dalam alam bawah sadarnya melambangkan ia masih suka marah-marah, untuk itu hendak ia lebih banyak menahan diri agar nafsu amarahnya mudah terkendali.Nafsu secara garis besar ada 4 macam;1 lauamah/aluamah 2amarah 3sufiyah 4 mutmainnah.
Nafsu adalah suatu keinginan/kehendak melakukan sesuatu yang bersumber dari energi tubuh yang didapat dari makanan[oksigen, kalori,vitamin dan lain-lain]terserap melalui pembuluh darah sehingga terjadi sirkulasi dalam tubuh maka berfungsilah komponen-komponen baik yang luar maupun yang dalam lalu timbul gejolak jiwa.
Mudah2 an sepenggal uraian ini kiranya dapat memotifasi pembaca agar senantiasa intropeksi dan tidak cepat ambil kesimpulan bahwa apa yang kita miliki dan lakukan adalah yang terbaik dan paling benar…..diatas langit masih ada langit ,kebenaran tak akan kita dapat tanpa hidayah dan taufiqNya. 
Wassalam AL FAQIIR Kediri 28 sebtember 2013.
BERSAMBUNG……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar