Tuhan
menciptakan alam beserta isinya yg berbagai bentuk yg tak terhitung jumlahnya dan semua itu hidup sesuai
kodratnya masing2,satu sama lainya saling membutuhkan sebagaimana kita lihat
dimanapun kita berada,alam membutuhkan khayawan begitu pula sebaliknya.
Sehingga
terbentuklah siklus kehidupan serta keseimbangan alam semesta ini ,dan semua bilamana populasi
khayawan tidak berlebihan, agar semua itu bisa terjaga ALLAH menciptakan makluk
sebagai pengendali/penjaga yaitu manusia sebagaimana firmanya dalam al qur an
surat albaqoroh ayat 30
; Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
Malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?"
Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".jika kita cermati bagian awal
surat tersebut manusia diciptakan dimuka bumi ini mempunyai tugas serta
tanggungjawab yang tak dapat dilakukan oleh makhluk lain namun demikian tak
banyak manusia yang mau berfikir serta menyadari untuk apa diciptakan dimuka
bumi ini bahkan sebagian besar mereka malah hanya membuat kerusakan dan saling
membunuh satu sama lain sehingga pertumpahan darah sering terjadi dimana mana.
Agar bumi ini tetap terjaga maka Allah
mengutus diantara mereka membawa peringatan dan ajaran supaya manusia bisa
saling menyayangi satu sama lain atau manusia seutuhnya sebagaimana maklum dan
kita sebut agama.
Pada dasarnya agama adalah suatu petunjuk dan
aturan bagi manusia agar bisa hidup rukun satu sama lainya serta mencapai kesempurnaan hidup lahir batin/dunia
dan akhirat,namun demikian tak banyak orang yang mau mempelajari agama secara
utuh.
Hal yang demikian itu mungkin karena
keterbatasan daya pikir atau kapasitas mereka yg sangat jauh dari kesempurnaan
sehingga agama hanya dikenal sebagai upacara adat saja suatu missal;jika kita
seorang muslim harus melakukan rukun islam yaitu sahadat,sholat,puasa,zakat dan
haji bagi yang mampu.
Rukun islam adalah suatu kewajiban bagi umat
islam menjalankanya karena hal tersebut hukumnya fardu ain[keharusan dan tak
boleh ditinggalkan] semua itu jadi pemandangan kita setiap hari meskipun hal
tersebut dilakukan tanpa memahami maksud dan tujuan yang jelas,apa,kenapa,dimana,kemana
dan untuk apa?
Pada prinsipnya agama punya dua aturan yaitu
ajaran bersosialisasi dengan sesama makluk ajaran batin yakni tatacara berhubungan dengan sang kholik[ibadah/pengabdian].
Akan tetapi yang kita jumpai mubalihg dimana
mana dan sangat banyak sekali jumlahnya,namun hanya sebagian kecil dari mereka
yg memahami apa yang mereka sampaikan dan apa tujuan mereka menjadi dai,mereka
teropsesi dengan situasi dan kondisi masing2.
Marilah kita amati dan kita renungkan
sejenak,syiar islam sekarang ini dimana mana baik di tv,radio masjid atau
disurau surau banyak kita jumpai namun bila cermati hanya itu2 saja yang mereka
sampaikan hanya sebatas ilmu fikih dan gurauan yang gak jelas arahnya,sehingga
tak ada perobahan ataupun pengaruh bagi masyarakat yang mendengarnya.
Mungkin saja motifasi perlu dikoreksi,hal ini
bisa juga karena pendalamanya yang terlalu dangkal karena berorentasi pada
popularitas semata bukan tabligh demi perbaikan akhlak dan peningkatan kwalitas
umat masyaAllah……….oleh karena itu sengaja penulis mencoba menguraikan beberapa hal meskipun
dengan keterbatasan menambah wacana yang mungkin berbeda…..
Islam sesungguhnya satu satunya agama yang punya
sumber pengetahuan yang tak terbatas baik hal yang logika,ilmiah hingga akal
pikiran manusia yang tak mampu menjangkau,namun disini penulis hanya ingin menguraikan
pandangan yang berkaitan dengan aqidah islam .
Orang yang telah menyatakan dirinnya percaya
dengan agama islam serta mengikarkan dua kalimat syahadat maka saat itu pula
dia sudah diakui sebagai seorang mukmin
dan muslim secara syariat islam,namun demikian ada beberapa tahapan yang harus
diperjuangkan jika seorang muslim ingin mencapai derajat yang lebih tinggi
yaitu sebagai manusia seutuhnya/kesempurnaan hidup dan terlepas dari segala
kekawatiran dan ketakutan baik dunia ataupun akhirat………………..
Allah mengangkat beberapa drajat dari kamu
sekalian dari yang beriman dan berilmu.Adapun derajat kaum muslimin yang
hendaknya ditempuh yaitu;mulai dari mukmin,muslim,muhsin,muttaqin,muhlisin dan arifin dan semua itu dapat kita capai harus dengan ilmu,keyakinan serta
pengabdian yang tak kenal lelah.
Mukmin yaitu orang yang baru mengakui /mempercayai
agama islam namun belum menjalankan syariat
nya mungkin yang lazim disebut islam ktp,orang 2 yang demikian ini masih sangat
mengambang kepercayaanya sehingga mereka belum selamat dari
fitnah dunia.Hal yang demikian juga bisa disebabkan karena taqlit
lingkunganya yang pada umumnya berbasis islam jika gak ikut mau kemana?sedangkan
pengtahuan agama tidak punya,,,,boleh dibilang agama ikut tetangga ya begitulah
kira2,,,,,
Muslim
yaitu;orang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadad dan mau menjalankan sebagian rukun islam,namun demikian mereka mengenal syariat
islam hanya sebatas ilmu fiqih semata,dengan demikian ibarat makanan baru
tahu bungkusanya tapi belum mengerti
tatacara memakannya.jika seseorang mengenal islam baru sebatas fiqih ibadah
yang dijalankan penuh rasa keterpaksaan masih jauh dari kesadaran,kesungguhan,ketaatan,apalagi
ketulusan sama sekali belum ada…….bisa dibilang sehebat apapun fuqohak itu
masih jauh dari ketulusan/keikhlasan.
Itulah realita
yang kita jumpai dimana mana,banyak
orang yang kelihatanya rajin beribadah namun ditempat
lain mereka juga rajin bohong dan maksiat
bahkan ustad ,pak haji dan kyai masih banyak yang melakukan perbuatan
yang tercela.Marilah kita senantiasa intropesi diri kita masing2 apakah sesuatu
yang selama ini kita anggap benar meamang benar adanya atau masih banyak yang
harus kita perbaiki…..
Hal hal yang
demikian ini menunjukan pemahaman mereka tentang agama islam masih jauh
daripada standard atau mungkin juga mereka faham tapi masih krisis
keyakinan,karna kefahaman tanpa ada kepercayaan sama juga bohong.
Banyak hal yang
menjadi penyebab kurangnya pemahaman umat tentang islam misalnya; pendalaman
para da’i tentang syariat islam hanya sebatas pemahaman secara akademis
sehingga yang disampaikan hanya sebatas dasar pemikiran,perasaan dan
pasar[kalau tidak seperti itu mungkin takut gak laku dipasaran],motifasi
menjalankan ibadah karena nass bukan karena Allah contoh kecil banyak yang
pergi haji hanya ingin tampil beda dilingkunganya pada saat berkumpul disuatu
majelis tidak minder paling tidak agak PD bila duduk sesama rifal dan pak
kiyai…….
Muhsin;berarti
orang baik,ia satu tingkat diatas muslim,jika
seseorang mencapai tingkatan ini biasanya sangat rajin beribadah baik yang
fardu dan sunnah[puasa2 sunnah,sembahyang malam ,dhuha ibadah2 yang lain rajin
dijalankan] serta rasa sosial kemasyarakatannya mulai tumbuh, jika banyak harta
ia akan rajin bersedekah sehingga masyarakat tak keberatan jika dapat sebutan
orang baik[muhsin].
Motifasinya melakukan
ibadah tidak lagi karena naas tapi ia menginginkan pahala yang banyak dan bisa
masuk surga hebat ya?Namun demikian masih banyak hal yang harus diperbaiki dan
intropeksi pantaskah dia mengharap surga atas apa yang telah dilakukanya……
Jika seperti itu telah dilakukan seseorang maka ia
akan segera mendapat hidayah dan taufiq [pentunjuk dan pertolongan]naik derajat
yang lebih tinggi yaitu menuju muttaqin[orang yang taqwa],namun jika dia
terlena dengan sanjungan dan perhatian masyarakat semakin bertambah akan tetap
bahkan menurun dalam lingkaran aamulmukmin/tak ada perubahan yang berarti hanya
merasakan kebanggaan yang hampa.
Hidayah dan
taufiq;petunjuk serta bimbingan menuju derajat muttaqin yaitu dibukakan mata
hati agar senantiasa intropeksi dan berbenah diri,karena sesungguhnya orang
yang demikian itu belum sepantasnya berharap balasan surga untuk mencapai itu
hendaknya ia harus bertobat dahulu mensucikan diri dari sifat2 tercela seperti
sombong,munafiq,takabur,hasud,dan sifat2 tercela lainya……
Semua itu harus
melalui proses yang panjang berbenah diri mohon ampunan dari segala dosa yang
pernah dilakukannya[istighfar tak kenal lelah]selalu menjaga diri dalam segala
hal bahkan mencucurkan air mata dikala teringat dosa,muttaqin bisa diartikan
takut tapi enggan menjauh dengan yang ditakutinya bahkan berusaha mendekatinya
karena ia mulai tumbuh rasa mahabbahnya kepada sang kholiq.
Itulah definisi muttaqin secara
singkat,marilah kita intro sejenak sudahkah kita pada tahapan ini?
Penulis yakin dan
sangat optimis bangeeee..t ……kalau 10%saja dari jumlah umat islam dinegeri kita
tercinta ini termasuk mubalighnya bisa mencapai tingkatan muttaqin baldatun
toyyibatun warobbunghofur…..
jika seseorang
sudah mulai memasuki tahapan ia mulai bisa merasakan hal hal yang ghoib
sehingga akal fikiranya sering tak mampu memahami kejadian-kejadian yang ia
rasakan jauh diluar nalar[akal fikiran].
Sebenarnya secara
tidak sadar ia telah memasuki area dunia supranatural islam,agar ia tidak salah
jalan hendaknya ia mencari guru seorang mursyid
bukan dukun supranatural [orang indigo],karna pada umumnya para dukun
hanya mempelajari dunia mistis sepperti santet,setan,jin,benda keramat dan
sebagainya.
Sedangkan yang ia
butuhkan bimbingan mensucikan diri dan pendekatan kepada sang Kholiq,alam ghoib
yang dirasakan orang menuju muttaqin tak sama dengan yang dirasakan kebanyakan
para supranatural,ghoib yang dirasakan lebih mengarahkan kepada perbaikan
akhlaq missal;jika seseorang melihat api dalam alam bawah sadarnya melambangkan
ia masih suka marah-marah, untuk itu hendak ia lebih banyak menahan diri agar
nafsu amarahnya mudah terkendali.Nafsu secara garis besar ada 4 macam;1
lauamah/aluamah 2amarah 3sufiyah 4 mutmainnah.
Nafsu adalah
suatu keinginan/kehendak melakukan sesuatu yang bersumber dari energi tubuh
yang didapat dari makanan[oksigen, kalori,vitamin dan lain-lain]terserap
melalui pembuluh darah sehingga terjadi sirkulasi dalam tubuh maka berfungsilah
komponen-komponen baik yang luar maupun yang dalam lalu timbul gejolak jiwa.
Mudah2 an
sepenggal uraian ini kiranya dapat memotifasi pembaca agar senantiasa
intropeksi dan tidak cepat ambil kesimpulan bahwa apa yang kita miliki dan
lakukan adalah yang terbaik dan paling benar…..diatas langit masih ada langit
,kebenaran tak akan kita dapat tanpa hidayah dan taufiqNya.
Wassalam AL FAQIIR Kediri 28 sebtember
2013.
BERSAMBUNG……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar